Langsung ke konten utama

Postingan

Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Membanyumaskan dunia. Karena tidak berasal dari bahasa kamus sehingga potensi menimbulkan ambigu dalam penafsiran. Menurut saya kalimat menduniakan Banyumas artinya mempopulerkan nama Banyumas ke manapun kita berada. sedangkan kalimat membanyumaskan dunia artinya mewarnai suasana dimanapun kita berada dengan suasana, aura, rasa , semangat dan ciri khas Banyumas.

Nah ungkapan ini sebenarnya memiliki arti yang sama dengan misi blog saya. memperkenalkan Banyumas kepada masyarakat luas tentang segala informasi positif perkembangan desa dan kota serta semua potensinya agar semakin dikenal sehingga mendorong minat untuk berinvestasi dan berwisata. Maka blog ini saya beri tajuk dengan tulisan 
Adalah kumpulan Berita, catatan, ide, informasi dan dokumentasi, Baik yang berhubungan dengan " Banyumas" maupun sesuatu yang menarik perhatian saya. Bertujuan utama mem…
Postingan terbaru

Desa Bingung Tentukan Jenis BUMDes

TAMBAK-Desa-desa di Kecamatan Tambak sudah mulai merintis pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keberadaan BUMDes digadang-gadang sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat desa. Baru-baru ini, Desa Buniayu mendirikan BUMDes berupa pasar desa, toserba dan toko material. Akan tetapi, belum semua desa di Kecamatan Tambak merealisasikan pembuatan BUMDes pada 2017 ini. 
Kebingungan dalam menentukan jenis BUMDes adalah salah satu masalahnya. Desa masih mencari unit usaha yang tepat, sehingga ketika mendirikan BUMDes dapat berjalan dan berkelanjutan. Kepala Desa Prembun Masudi mengatakan bahwa pemerintah pusat menuntut desa supaya mempunyai BUMDes. Sedangkan untuk sementara waktu, desa masih kesulitan dalam membangun BUMDes. 
“Desa Prembun mempunyai embung. Sebenarnya dapat dikembangkan untuk mengangkat potensi pariwisata desa yang dapat dikelola sebagai BUMDes. Tapi, mendirikan wahana wisata dan sarana pendukung lainnya bukan hal mudah. Banyak modal yang dibutuhkan,” papar Masudi. Oleh …

RSUD Banyumas Ubah Loket Pendaftaran

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas melakukan pembaruan pada sistem pendaftaran, yakni dengan memperbanyak loket pendaftaran pada pasien rawat jalan pengguna jaminan kesehatan. Menurut Direktur RSUD Banyumas, AR Siswanto Budiwiyoto mengatakan, sebagai solusi menumpuknya antrian pasien. Dalam sehari, pasien rawat jalan dapat mencapai kurang lebih 800 orang. 
Dengan adanya pembaruan sistem, waktu tunggu dapat dipersingkat. Mengingat, pasien rawat jalan adalah orang yang dalam kondisi berobat atau mengalami masalah kesehatan. 
DIPERBANYAK : RSUD Banyumas memperbanyak loket pendaftaran pada pasien rawat jalan pengguna jaminan kesehatan. (FIHRI RAHMAWATI/RADARMAS) 
“Di loket pendaftaran, pasien rawat jalan sebelumnya mengantri dua kali. Dengan smart service, pasien rawat jalan menyerahkan berkas pendaftaran lalu menunggu sebentar langsung mendapatkan jaminan,” jelas Siswanto. Tri Pambudi, pasien rawat jalan poli jantung RSUD Banyumas asal Kabupaten Purbalingga mengatakan, pembaruan sistem…

Tiga Regulasi Tata Ruang Ditunggu DPRD Banyumas

Pemkab Banyumas diminta segera menyelesaikan seluruh regulasi yang berkaitan dengan penataan ruang di Kabupaten Banyumas. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan pembangunan di Banyumas, khususnya di wilayah Purwokerto, yang semakin meningkat setiap tahunnya. Ketua Komisi B DPRD Banyumas, Bambang Pudjianto menjelaskan ada tiga regulasi penataan ruang yang sejauh ini masih belum ditetapkan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, selesai atau tidaknya regulasi tata ruang tersebut sangat bergantung dari keseriusan eksekutif dalam menyiapkan regulasi tersebut. 
PADAT : Kepadatan lalu lintas jalan Jenderal Sudirman Barat Purwokerto. Pemkab harus segera menentukan regulasi RDTRK Perkotaan Purwokerto, sebagai acuan pembangunan. (DIMAS PRABOWO/RADAR BANYUMAS) 
Pertama, regulasi berkaitan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Purwokerto, yang sudah pernah dibahas di tingkat pansus, sampai saat ini belum jelas arahnya akan seperti apa. “Yang mengetahui permasalahan kena…

Energi Terbarukan Apa Yang Dibutuhkan Banyumas ?

Sebenarnya saya mendukung sekali tentang dimanfaatkannya energi terbarukan sebagai pengganti energi fosil atau nama lainnya BBM alias minyak. Alam memiliki sumber daya yang luar biasa besar yang saat ini baru sedikit dikelola dan dimanfaatkan manusia. Beberapa yang sedang dirintis misalnya energi ombak, panas bumi, angin , matahari, nuklir dan bio energi. Namun dari sekian banyak potensi alam, alangkah baiknya mempertimbangkan berbagai dampak baik maupun buruk dalam ekslorasi dan eksploitasi karena tujuan pembangunan untuk kemakmuran rakyat maka intinya jangan sampai pembangunan itu malah berdampak negatif atau membuat susah masyarakat. Itu point yang paling penting. Kita bisa membuat daftara Sumber Daya alam mana saja yang cukup berbahaya bagi lingkungan sekitarnya misalnya nuklir. Lalu yang dampaknya potensial yang saat ini baru saja dirasakan di akibat pembabatan hutan di gunung Slamet untuk proyek PLTPB ( pembangkit listrik tenaga panas bumi Baturaden). Ini merupakan dilematis ka…

Jembatan Baru Pegalongan/ Gunung Tugel - Papringan/Kebasen Digagas

Mulai 2018 Untuk Urai Kemacetan Patikraja
PURWOKERTO – Upaya Pemkab Banyumas mengurai kemacetan yang terjadi di Kecamatan Patikraja tidak main-main. Setelah membuat duplikat jembatan merah dan berencana membuat jalan lingkar Patikraja yang akan menghubungkan ke Desa Notog, kini Pemkab juga berencana membuat akses jalan baru dengan membangun jembatan yang menghubungkan ke Desa Papringan, Kebasen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Irawadi mengatakan, rencana pembangunan akses jalan baru dan jembatan yang menyerupai duplikat jembatan merah ini, guna menunjang upaya pemerintah dalam mengurai kemacetan di Patikraja.
BAKAL ADA JEMBATAN : warga melintas di jalan Desa Pegalongan yang sebelumnya akan jadi akses jalan baru Pegalongan-Papringan, Banyumas kemarin, (12/10). (DIMAS PRABOWO/RADAR BANYUMAS)
“Tentu di Kebasen juga akan diperbaiki jalannya. Tahun 2018 akan kita perbaiki jalan tersebut. Bupati juga punya rencana membuat Jembatan diatas Sungai Serayu di Pegalongan, dari Gu…

Pembangunan Jalan Tembus Jensud Gerilya Mulai Dikerjakan

Jalan Tembus Gerilya-Jensud Dikerjakan



Habiskan Anggaran Total Rp 60 Miliar
Pembangunan jalan tembus dari Jalan Jenderal Soedirman menuju Jalan Gerilya tahap pertama mulai digarap. Pekerjaan pembangunan jalan sepanjang 800 meter dengan lebar 26 meter ini dimulai dari sisi Selatan atau dari Jalan Gerilya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Irawadi mengatakan, pembangunan tahap pertama ini dikerjakan oleh CV Satria Buana Pamula Sakti dengan nilai kontrak Rp 3.909.060.000 yang dianggarkan dari APBD tahun 2017. 
Sebuah alat berat merobohkan tembok bekas gudang di jalan Gerilya, Purwokerto kemarin (12/10) Pembongkaran ditujukan sebagai tahap awal pembangunan jalan Jensud-Gerilya. 
 “Waktu pelaksanaan selama 70 hari kalender atau sampai dengan 10 Desember 2017,” kata Irawadi saat pelaksanaan ground breaking yang dibuka oleh Bupati Banyumas, Kamis (12/10). Pembangunan jalan tembus Gerilya-Soedirman dilaksanakan dua tahap. Tahap kedua, kata dia, dilanjutkan tahun depan. Adapun …

Geliat Pembangunan Di Purwokerto Barat

Berbicara tentang pembangunan di kawasan perkotaan Purwokerto ,selama ini kawasan Purwkerto barat dan sekitarnya dapat dikatakan tertinggal dari segi pertumbuhan ekonomi serta pembangunan infrastruktur. Namun dengan tumbuhnya unit usaha atau ekonomi milik swasta turut serta mengangkat potensi kawasan barat yang awalnya tertinggal menjadi kawasan yang ikut berkembang menyusul kawasan lain di Purwokerto yang lebih dulu berkembang.  Sebagai contoh yang paling nyata adalah pembangunan Rumah Sakit Hermina Purwokerto serta kantor Griya Satria yang merupakan developer lokal. Pembangunan ini merupakan sebuah titik menuju terbukanya kawasan ini sebagai kawasan yang menarik bagi investasi yang pada gilirannya akan merangsang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Belum lagi dengan masuknya UNU , pembangunan Underpass Jensud serta Jalan Lingkar Patikraja , dipastikan akan ikut serta mendongkrak potensi kawasan Purwokerto barat karena dukungan infrastruktur daerah di sekelilingnya akan mempermudah…